Tampilkan postingan dengan label Teknik Pemeliharaan Mesin Industri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Pemeliharaan Mesin Industri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Mei 2014

Tujuan Program Keahlian Teknik Pemeliharaan Mesin Industri

Tujuan Program Keahlian Teknik Mekanik Industri secara umum mengacu pada isi Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU SPN) pasal 3 mengenai Tujuan Pendidikan Nasional dan penjelasan pasal 15 yang menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Secara khusus tujuan Program Keahlian Teknik Mekanik Industri adalah membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten.
Dengan demikian, lulusan Kompetensi keahlian Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri dapat bekerja di bengkel industri pembuatan suku cadang kendaraan bermotor. Selain itu juga dapat berwirausaha membuka bengkel bubut, pengelasan berbaga jenis logam dan sebagainya.
Standar kompetensi yang digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum ini  adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pada Keahlian Teknik Mekanik Industri. Standar kompetensi dan level kualifikasi keahlian Teknik Mekanik Industri dapat digambarkan sebagai berikut :
obeng tangBench-Style-Drilling-and-Milling-Machine-ZX7032-



  1. Menggunakan perkakas tangan
  2. Menggunakan perkakas tangan bertenaga
  3. Menggunakan perkakas untuk pekerjaan presisi
  4. Mengukur dengan menggunakan alat ukur
  5. Menggambar dan membaca sket
  6. Membaca gambar teknik
  7. Mempersiapkan gambar teknik
  8. Bekerja dengan mesin umum
  9. Mempergunakan mesin bubut
  10. Mempergunakan mesin frais
  11. Mempergunakan mesin gerinda
  12. Membongkar,mengganti, dan merakit komponen pemesinan
  13. Membongkar/memperbaiki/mengganti/merak dan memasang komponen
  14. Memelihara komponen sistem hidrolik
  15. Memelihara dan memperbaiki komponen sistem hidrolik
  16. Pemeliharaan/servis sistem injeksi bahan bakar diesel.

Senin, 05 Mei 2014

MELAKSANAKAN MATERIAL SECARA MANUAL



Pengangkatan dan pemindahan material/komponen secara manual akan selalu melibatkan tenaga manusia dalam memindahkan material dari tempat satu ketempat yang lain, seseorang akan mengeluarkan tenaga untuk mengangkat,membawa,menurunkan,mendorong,menarik,menahan,dan sebagainya. Untuk dapat melaksanakan itu secara aman seseorang harus memahami kekuatan tangan,kaki,badan,serta bagaimana cara mengambil posisi.

A.Kekuatan Badan/Punggung Saat Mengangkat
  Gaya tarik bumi yang sering disebut gravitasi, akan cenderung menarik semua benda kebawah, apabila seorang akan mengangkat material posisi bdan harus dalam kekuatan maxsimal untuk menghadapi gaya gravitasi, tangan sebagai tuas pemegang beban, kemudian punggung sebagai pusat tenaga beban dan kaki sebagai tumpuan.
b.Kekuatan pada tangan saat mengangkat
Sewaktu mengangkat beban lengan tangan sebagai tuas mengandalkan kekuatan pada otot bisep yang berkaitan dengan tulang kasta oleh ujung otot bisep yang disebut tendon tenaga/berat beban yang disangga akan disalurkan ke tendon otot bisep atas ketulang belikat .

C.kekuatan otot punggung saat tangan mengangkat
  Pada saat tangan mengangkat beban, tenaga yang disangga oleh otot bisep akan disalurkan melalui tulang belikat ke otot punggung. Karena Beban tersebut bekerja pada tangan yang pendek, maka beban justru akan banyak disangga oleh otot punggung .

D. prinsip-prinsip pengangkatan secara manual
-Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan.
-Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat.
-Hindarkan gerakan putar yang mendadak.
-Upayakan kosentrasi.
-Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat.
-Upayakan badan disekitar titik tengah badan.
-Beban maxsimal setengah berat badan.

Semoga Bemanfaat...